Tiga Suasana

Mata boneka tua itu menyorot tajam ke kalbuku. Lengannya yang lapuk itu terlihat mencoba memelukku dari jauh. Dia terduduk diatas meja kayu yang letaknya tepat ditengah ruangan kosong ini. Aku mencium aroma berry dan karamel yang harum. Sepertinya dibalik gaun merah mawar itu, asal dari aroma yang harum. Aku berjalan mengarah ke boneka. Tanganku terasa hangat, tetapi sepertinya itu hanya ilusi. Ada sehelai tisu yang melayang. Mataku luluh memandang pesona boneka itu, setelah gaun mawarnya berubah menjadi gaun hitam seperti gadis gothic. Dia berdiri, kemudian berubah menjadi sesosok makhluk yang familiar. Dia berubah menjadi manusia, tetapi sorot matanya yang tajam dan dingin itu tidak lepas dari mataku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepertinya Mendung

Im think or not

Prepentual Magus