Kamis
Hari yang paling penat. Ini sebenarnya tidak perlu dibahas, tetapi jika menyangkut dilema. Maka jari-jemariku perlu di kuas. Pagi itu secercah darah kering tumpah ruah ke tanah. Aku menatapnya dengan sayu. Di antara besi dan batu, aku melihat darah lainnya. Tetapi, disitu terpampang aliran darah, bukan lagi sebuah cercah. Aku menabrak dilema. Kisah nabi dan rasul, serta realita liberal dan kapital saling menyudutku. Jodoh dan kewajiban. Juga beberapa ansuran dan musibah. Itu bukan urusan ku tetapi untuk usiaku. Aku harus mengambil resiko untuk menilik dan mencermatinya sampai paham meski belum waktunya. Kepalaku mulai reda. Kantuk akan datang dan pusing akan hilang. Selamat malam untukku yang kesekian kalinya. Jangan lupa kunci pintu dan jagalah diri dari kebodohan dan kemiskinan. Salam dari dirimu di waktu yang berlalu
Komentar
Posting Komentar