Akhir dari Prolog
Rasanya hampa, tubuhku lemas tidak berdaya. Mataku sayu dan bahuku berat. Sepertinya aku butuh istirahat, tetapi mengapa tidak ada yang berbeda sama sekali. Aku termenung, mendengar suara alam. Beberapa kali ayam berkotek, burung berciut saling membalas dan bunyi sebuah kulkas. Aku terbangun dan menyadari sesuatu, bahwa aku membutuhkan seseorang.
Komentar
Posting Komentar