Saat kaki melangkah ke tujuan Sebuah bayang menembus menguliti jantung kemudian mengengam dengan erat bagai ikatan persaudaraan namun rupamu beda rupamu gelap dan mengisi kekosongan secara kasar kau mengunci pintu keluar bagai labirin tak berujung kau memberiku kepasrahan dan tuntutan di waktu yang sama bendera kemenangan dan darah bersahutan pengorbananku sia sia, itu katamu