Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Seputik Amarah

 Kepalamu abu Tinta suaramu lirih kuhujamkan kata-kata kebatin menembus rusuk angin rangkaian rumit kepalaku yang merah warnanya lagi mengesalkan kututup masa dengan mata

Terpaku

 Mayat, saat di ujung kehendak gawat siapa yang tahu

Ujung Pena

 Disana menunggu  menunggu jasadku untuk bersua  bersama dengan mayat  dari usahaku  yang selama ini dituntut untuk bisa bergerak sabar, dia hendak minum matanya mengikis  liang lahat harapan 

Sintesis

 Saat kaki melangkah ke tujuan Sebuah bayang menembus menguliti jantung kemudian mengengam dengan erat bagai ikatan persaudaraan namun rupamu beda rupamu gelap dan mengisi kekosongan  secara kasar kau mengunci pintu keluar bagai labirin tak berujung kau memberiku kepasrahan dan tuntutan di waktu yang sama  bendera kemenangan dan darah bersahutan pengorbananku sia sia, itu katamu

Gema Hujan

 Gegap alur jalinan jaman terpa mewah memeluk nuansa asal muasal empu larangan kemiripan sekoci jiwa kriteria pasca tergarda tragedi muara jamban genggaman jawara nyawaku diujung nelangsa