Cerpen Singkat Berjudul "Sang Pianis"
tuts ditekan dengan pelan, sang pianis memainkan sebuah lagu dari congfei wei yaitu bluestone alley. dimulai dengan irama yang pelan namun menggetarkan. seisi ruangan itu diam terpukau, awalanya mereka menyaksikan raut wajah pianis amat tegang karena gugup untuk menekan, entah dia ragu atau apa. para penonton di ruangan kecil itu yang hanya ada meja makan serta 4 kursi kayu terjejer dengan rapi, para penontonnya hanya teman kerja yang ikut pulang kerumah pianis itu. malam mendinginkan pintu rumah putih itu, mungkin itu penyebab para penonton sekaligus teman kerja si pianis nampak malas untuk pulang. dan mereka juga memaksa si pianis untuk memainkan piano tua yang tergeletak di ruangmakan, alhasil mereka mendengar sebuah karya yang lembut dan menyentuh dimalam yang dinginnya mengerutkan wajah untuk pulang. "apakah ini dirimu, Ed. kukira kau cuman penjilat sepatu manajer saja" ujar rekan si pianis itu dengan nada menghina. pianis nampak terusik, tanganya terlihat lebih kaku...