Gerahammu yang koyak

Geram tangan ku ingin memukul ragamu. Beberapa kali kucoba untuk tenang. Namun, selalu saja ketika aku melihat mu berjalan dengan angkuh, inginku hujamkan pukulan terbaikku. Aku melihatmu sebagai delusi yang selalu menyelubung diantara sanubariku. Kedekatanmu adalah palsu. Nyatanya, setiap detik. Ragamu datang, tetapi jiwamu menjauh. Seperti pantulan cahaya dari cermin usang dipekarangan rumah buyutmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepertinya Mendung

Im think or not

Prepentual Magus