Seperti sihir, benda biru itu mengambang di udara dengan percikan api di antara ekornya. Mataku terpicu setelah orang itu mengatakan kepadaku bahwa ini adalah hologram dari ikan, makhluk yang telah punah berabad-abad lamanya. "Kupikir ini adalah reaksi kimia dan dapat memicu ledakan mega," ujarku dengan senyum remeh. Dia yang duduk diatas meja berdebu tiba-tiba menghampiriku dengan tatapan sinis. "Kau seharusnya merasakan bagaimana penderitaan pendahulu kita." Tegurnya dengan nada rendah. Aku mengangguk, dia kemudian berpaling dengan senyum. Meninggalkan ruangan yang sepertinya lab untuk setiap percobaannya. Tempat ini kucel dan kusam serta bau tengkik. Oleh sebab itu, aku pergi dari lab sambil menguyah permen pemberian orang itu. Apa yang kau pikirkan setelah melihat benda aneh tadi? Apakah kau kagum? Kau seharusnya begitu. Kagum setelah menemui peninggalan pendahulumu. Korridor bobrok dengan debu berhamburan dimana-mana. Disetiap langkah yang kuambil, selalu saja...
Komentar
Posting Komentar