I was here
Dimulai dengan keacuhan. Merasa gagal disetiap detiknya, tetapi ini salah siapa. Pemandangan yang bobrok dari sebuah negara beton. Aku terjebak dibawah reruntuhan yang dahulunya merupakan apartement yang ditinggali oleh beberapa manusia. Setelah benda itu mendarat ditengah-tengah kota. Kami semua hancur.
Aku melihatnya, benda itu bergerak dengan kecepatan tinggi. Mataku mengikuti alur gerakannya dan melesat menuju perempatan kota. Banyak mobil yang sedang berlalu lalang saat itu, Masyarakat yang stabil, anak-anak yang berjalan, menara yang tinggi, dan suara gonggongan anjing menguak diantara riuhnya kota. Setelah benda itu tiba, kota ini menjadi sunyi.
Tubuhku remuk, aku tidak merasakan kakiku meski kucoba beberapa kali untuk bergerak. Sesaat kupikir aku mati, tetapi setelah cahaya terang menyorotku, mataku terbelalak dan menyadari kenyataan pahit yang baru saja terjadi.
Ini kiamat kataku. Lengan kiriku terjepit, dan kedua kakiku sepertinya telah remuk. Tersisah lengan kanan dengan wajah kusam berlumuran darah.
"Awan putih, dunia abu-abu."
Udaranya dingin.
Komentar
Posting Komentar