Postingan

Darah Emas

 Bercucuran darah itu di tanah yang penuh dengan parit dan berlubang. Saat itu para pejuang menangkat bahu mereka seraya berseru untuk tetap tegar. Mereka tidak terbesit sama sekali untuk mundur, meskipun saat ini mereka kalah jumlah. Namun hati mereka tetap tegar menghadapi pasukan-pasukan asing yang menjajah tanah mereka. Peluru melesat dengan cepat, kaki dan mata mereka bergetar dibuatnya. Telinga mereka tuli untuk sementara waktu, sebab peluru dan rekan mereka berteriak-teriak untuk maju dan pantang mundur. Pemandangan saat itu sangat kacau, teman atau rekan mereka berjalan dengan terhuyung-huyung dan mati tertembak tepat dihadapan mereka. Badan itu tersungkur, salah satu rekan kami mendekat dan menarik paksa ke parit. Namun, darah itu menjadi sia-sia setelah rekan kami yang berhasil menarik turun rekan kami yang tewas di hujani dengan peluru. Dia mati dengan dada yang berlubang, tetapi dia setengah sadar dan berpesan kepada kami yang telah menurunkan mereka kedua kedalam parit...

Selepas Sunyi

 Di E Flat Minor. Seorang pianis memainkan nadanya. Jari-Jemarinya yang lembut menyentuh tuts piano. Kedua tangannya merunut kejadian demi kejadian, detik demi detik yang telah berlalu sejak subuh tadi. Kami berdiri, rukuk, dan sujud. kemudian kembali berdiri hingga rakaat kedua, setelah itu salam dan doa sejenak. merenungkan kesalahan kemudian makan. Aktifitas itu terus-menerus terulang. Hal yang sederhana dan mudah dilupakan, sebab jika sudah usai, semuanya akan sama dan akan terulang. Namun, ada satu hal yang berbeda. Pada pagi itu, sebuah nada dimainkan dengan anggun. Kami berpapasan dengan senyuman yang ikhlas, satu senyuman dan itu akan berharga bagi kami. Yakni, sebuah perpisahan yang damai, tidak, kami sebenarnya tersenyum untuk melupakan kenangan pahit yang dapat memisahkan kita untuk saat ini. Sebuah iringan naik dengan tegas, kemudian pelan. Wajah kami terlihat sedih, tetapi dengan hati yang berbahagia. Karena ini adalah hari dimana kami telah bebas, dan lepas dari tangg...

Tekad untuk Hidup

Apakah kita perlu mahir. Tidak.

Sebuah Opini atas Hakikat Manusia

 Evolusi dan mutasi. manusia diciptakan dengan sempurna, melalui evolusi. manusia memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan bumi dan makhluk bumi. manusia mempunyai tujuan, yaitu melakukan sesuatu dan memperbaiki secara sengaja terhadap muka bumi ini. akan tetapi, terdapat sebuah tindakan yang timbul dari kehadiran manusia dan menyebabkan sebuah kerusakan. secara sengaja, manusia mempunyai sifat bertahan atau mempertahankan diri dari suatu ancaman akan bahaya yang mungkin membuat manusia itu terbunuh. manusia juga mempunyai sifat sosial atau saling memiliki satu sama lain. akhirnya, manusia mempunyai sebuah koloni. koloni mempunyai sebuah tujuan yang mulia, yaitu memajukan pribadi manusia menuju tujuan yang hendak dicapai. tentunya, tujuan itu sesuai dengan kehendak dari para anggota koloni, contohnya seperti bertahan hidup.  pada kenyataanya, manusia terkadang tertinggal atau keluar dari koloni secara sengaja. para manusia yang tertinggal atau keluar itu, kemudian memben...

Sebuah Uraian Singkat dari Masa Lalu untuk Masa Depan

 Suaraku tak bisa meraih tempat itu. Jauh disana terdapat kedamaian yang sebenarnya. Namun, apakah hal itu bisa diraih dengan mudah, ataukah tempat itu cuman imajinasi saja? Aku akan menghadapi sebuah permasalahan yang kompleks, yakni hidup. Kakiku hendak melangkah, tapi jiwaku terpaku. Hatiku gundah, tapi akalku tenang. Dimana semua orang yang dahulu datang membawa jawaban atas hidup itu? Apakah tempat yang disebut sebagai hidup itu hanya sebuah sandiwara saja atau batu pijakan menuju tempat yang agung? Dilema mulai merenggut batinku, diriku saat ini berada di atas jembatan kayu yang rapuh. Menunggu sebuah kepastian akan tujuan yang selama ini aku cari. Aku tidak bisa berbicara, tetapi aku bisa menuliskan sebuah kata yang mampu mendekati kebenaran akan alasan dari jiwaku yang rentan ini. Kutuliskan sebuah memorial, bukan diary. Untuk mengingat hari-hari dimana puisi yang ku tuliskan mempunyai rasa dan nyata, aku sedang bergetar, beranjak dari tidur dengan mata yang berat. Aku terb...

Sanggar Kata

 Bermain-main di lautan kata. Sanubariku mengubah anak tangga. yang hitam warnanya. dan abu langitnya. dibumi yang biru lautnya.

Kubangan

 Apakah salah jika bunga tumbuh disaat aku belajar. mengapa kau selalu menekanku untuk selalu dibawah badai. bukankah belajar itu perlu rasa cinta supaya semua ajaran bisa diterima. aku adalah bumi yang memiliki keberagaman hayati, untuk itu kau harus tau.  bahwa aku tidak bisa dikekang lagi.