Bagaimana Rasa

 Seringkali kita mengutarakan sebuah gagasan atau ide bahwa rasa adalah salah satu karunia yang paling terbaik diciptakan oleh Tuhan. Mungkin, suatu ketika, ketika kita sudah diposisi yang telah diimpikan sejak kecil, mungkin saja kita baru mengenal sebuah rasa yang misterius itu. Rasa sakit mungkin, rasa cinta, rasa bahagia, dan rasa-rasa lainnya yang mengubah persepsi kita terhadap situasi dan kondisi saat itu.


Kita telah melangkah, terus melangkah hingga ke esok hari. Ada perasaan yang dinanti-nanti. Ada ungkapan yang masih terbesit dihati. Ingat kembali genggaman tangan itu, rasakan sensasinya. Rasa lengkap dan indah saling memahami. Betapa indahnya hari itu, bukan.


Sedikit demi sedikit, realita menapar hati. Kenyataan begitu pahit, omongan kekasih melukai hati lebih tajam daripada pisau dapur. Sakit rasanya di benci oleh orang yang kita kasihi, sakit rasanya ditinggal pergi oleh separuh hati.


Rasa adalah hati. Kenyataan telah mencampuri hati kita yang penuh akan fantasi. Jangan terbuai oleh tipu daya hati, kita akan tersesat dibuatnya. Utopia dan Distopia dunia sudah terlihat didepan mata. Lihatlah manusia yang termabuk-mabuk akan konsep cinta. Mereka tidak tahu cinta sebenarnya, begitu pula kita. Kita merasa bahwa cinta yang amat indah adalah penuh dengan idealisme, tetapi sebenarnya kita lupa bahwa cinta adalah rasa ironi dan arogansi dari hati yang lemah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepertinya Mendung

Im think or not

Prepentual Magus