Keluh kesah Ririn
Yo, jumpa lagi.
Kali ini ririn si komposer sudah mencapai level yang bisa dibilang lumayan kompetitif dalam menciptakan karya musik. Hanya saja dia masih memiliki kekurangan dan kebutuhan yang harus dia peroleh agar mampu mencapai level yang lebih tinggi lagi. Mau tau? Simak lebih lanjut...
Ririn memiliki bakat sekarang, dulu dia hanya seorang sampah dan penikmat saja. Sekarang dirinya telah memiliki potensi yang mumpuni di bidangnya. Oleh sebab itu dia memiliki beberapa keluh kesah terhadap jalan yang ditempuhnya saat ini.
Sebut saja masalah finansial, Ririn memiliki masalah yang lumrah bagi setiap manusia di dunia ini. Dia membutuhkan timbal balik dari usahanya yang setidaknya cukup buat jajan gorengan.
Permasalahan selanjutnya adalah dukungan orang sekitar. Ririn merasa di paksa untuk berhenti menempuh jalan ini, alasannya beragam dari bagaimana masa depan nantinya sampai apa yang kamu mau makan ketika dewasa nanti. Tentu hal itu membuat Ririn menjadi lemah dan tak berdaya menghadapi ucapan frontal orang terdekat.
Kekurangan fasilitas, ririn hanya memiliki apk mobile bajakan dan earphone murah yang cukup tidak nyaman ketika dipakai dikuping. Dia berangan-angan bisa mempunyai komputer yang lumayan handal dalam membuat musik, juga berbagai vst yang mendukung sound yang Ririn inginkan.
Tugas sekolah. Ririn memang masih usia remaja, tentu setiap remaja dituntut untuk mampu membanggakan kedua orang tuanya dalam menempuh jalur pendidikan, terlebih prestasi. Namun Ririn tidak begitu berbakat dalam hal itu. Potensi Ririn memang ada seperti remaja pada umumnya, hanya saja lingkungan sekolahnya terbilang toksik dan tidak baik dalam pergaulan. Contohnya adanya penekanan kegiatan sekolah yang padat serta temen sekolahnya yang memiliki emosi buruk satu sama lainnya. Sebenarnya sekolahnya biasa-biasa saja, menuntut siswa dalam mengerjakan tugas dan fungsi sekolah lainnya, tapi saat ini dunia sedang pandemi. Alhasil para guru menekan sedangkan siswa tertekan. Siswa dalam usia seperti ini sedang dalam masa mencari jati diri, jadi agak susah dalam mengatur kehidupan bersekolah kami.
Mungkin masalah yang terpikirkan oleh Ririn hanya itu saja untuk saat ini. Sampai jumpa di lain waktu :3
Komentar
Posting Komentar